Tentang Garasi 10


Sekilas Garasi 10

"Garasi yang saya maksud disini, adalah garasi yang kau sebut dengan garasi juga... Ini adalah garasi yang sama dengan yang kau maksud, yang menjadi ruangan kosong, jika mobil di dalamnya sedang digunakan oleh penghuni rumah." 
-Syarif Maulana

Garasi 10 berusaha untuk menggali kepekaan terhadap pemaknaan ruang ke potensinya yang lebih luas. Garasi yang malam hari merupakan tempat menyimpan mobil, secara sadar diperluas fungsinya sebagai galeri, tempat diskusi, kelas-kelas non formal, ruang pertunjukan musik, dan potensi-potensi lain yang menanti untuk diterapkan. 

Garasi 10 juga berusaha untuk menjadi jembatan antara masyarakat kebanyakan dan lingkungan-lingkungan yang lebih khusus dan tertutup. Musik klasik atau pameran seni jika dilaksanakan di gedung konser serta galeri seni tentu sudah bukan hal aneh. Namun aksesnya menjadi sangat terbatas dan seolah ekslusif. Lain halnya jika kemudian pertunjukan musik dan karya ini dibawa ke garasi, maka terciptalah akses yang lebih luas bagi masyarakat. Demikian halnya dengan pendidikan akademik formal. Banyak sebenarnya ilmu-ilmu yang dapat diterapkan secara praktis oleh masyarakat, namun akses informasi tersebut sungguh terbatas pada lingkungan akademik saja. Lewat kelas-kelas yang dilaksanakan di Garasi 10, pengetahuan diajak untuk kembali membumi untuk kemudian diterapkan dalam keseharian.

Garasi ini, harapannya, di kemudian hari tidak menjadi milik Garasi 10 saja. Namun setiap garasi di rumah-rumah kemudian memiliki pemaknaannya masing-masing, membangun silaturahmi dan menebar manfaat dalam keseharian. Garasi 10 merupakan buah perenungan dari seniman Setiawan Sabana yang kemudian memberdayakan garasi di kediamannya di Jl. Rebana 10 Bandung.

Kegiatan-kegiatan di Garasi 10
  1. Musik Garasi - pertunjukan atau workshop musik 
  2. Kelas Garasi - kelas belajar non-formal dengan topik tertentu
  3. Diskusi Garasi - momen mengulas topik dan berbagi ide 
  4. Pameran Garasi - membuka apresiasi yang lebih luas antara kreator & apresiator
  5. Pustaka Garasi - menyediakan buku-buku yang dipilih dengan tema/isu tertentu 
Garasi 10 juga terbuka untuk komunitas/individu yang tertarik mengadakan kegiatan berupa pameran, workshop, seminar, atau kelas.

Awak Garasi 10


Setiawan Sabana
Penggagas dari Garasi 10, merelakan garasi rumahnya dibuka untuk publik sebagai ruang kreatif dan berkarya. Dikenal sebagai "seniman kertas", karya-karyanya pun lahir dari dalam garasi dan terkadang di atas meja ping-pong yang ada di dalamnya. Juga aktif sebagai staf pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

web resmi: setiawan sabana

Syarif Maulana
Lebih dulu dikenal lewat komunitas musik klasik KlabKlassik, ia juga aktif mengurus kegiatan di Garasi10. Kegiatannya sehari-hari adalah mengajar di kampus dan di sekolah musik. Ia juga cukup aktif sebagai musisi dan penulis. Buku pertamanya, Manusia dan Teknologi dalam 2001: A Space Odyssey, baru saja terbit.

web resmi: syarif maulana









Patra Aditia
Seniman grafis yang juga seringkali ditemui mengerjakan karyanya beralaskan meja ping-pong di dalam "garasi". Penggemar metal dan action figure yang sejati, kini juga berprofesi sebagai seniman lepas dan pengajar di Universitas Maranatha Bandung.


Elly Setiawan
Ibu pekerja keras yang mengurusi sekaligus birokrasi di Fakultas Sastra UNPAD dan juga kegiatan-kegiatan rumah tangga. Selalu sibuk menyiapkan konsumsi jika ada acara-acara garasi.






Ping Setiadi
Stefanus Ping Setiadi aktif di sejumlah komunitas seperti Jakatarub, Layarkita, Klab Filsafat Tobucil, Bhinneka, dan juga Garasi10. Ping direkrut untuk menata kegiatan-kegiatan dan mengerjakan sejumlah desain untuk kepentingan Garasi10.