Berdirinya Komunitas Sajak Suara

Minggu, 21 Februari 2016


Hari Minggu, tanggal 21 Februari kemarin adalah hari yang bersejarah bagi komunitas Sajak Suara. Seiring dengan pendeklarasian yang didahului oleh pembacaan puisi Wiji Thukul yang berjudul Sajak Suara oleh Cahya Sukma Riandi, maka komunitas tersebut resmi berdiri di Garasi10 dan berkumpul setiap hari Minggu pukul 15. Komunitas yang mengkhususkan diri untuk mengkaji sastra, khususnya puisi tersebut, pada pertemuan awalnya kemarin, dihadiri oleh delapan orang. Meski demikian, Cahya selaku koordinator berjanji agar kegiatan Sajak Suara berlangsung secara rutin agar anggotanya semakin bertambah dari waktu ke waktu. 

Pendirian Sajak Suara itu sendiri, menurut Cahya, didasari oleh kegelisahannya tentang puisi yang sudah kurang digandrungi lagi oleh para mahasiswa, terutama yang ia perhatikan di lingkungan sekitarnya. "Mahasiswa sekarang sudah terlalu disibukkan oleh tugas-tugas dan juga masa depan yang seolah bisa diprediksi. Hidupnya menjadi tidak lagi puitis, dan yang lebih bahaya, tidak lagi kritis," ujar Cahya. Maka itu komunitas Sajak Suara didirikan sebagai wadah bagi mahasiswa yang suka puisi, tapi di kampus tidak ada lagi tempat untuk menyalurkan oleh sebab karakteristik dunia akademik yang terlalu pragmatis. 

Maka itu, kita sambut kelahiran komunitas Sajak Suara, semoga keberadaannya membuat dunia ini lebih baik. 

Previous
Next Post »