Ilmu dan Pertaruhan

Minggu, 30 Agustus 2015

Garasi 10 berdiskusi kembali. Kali ini dengan salah satu karya sastra berbentuk cerpen dari Anton Chekhov berjudul Pertaruhan. Pak Awal Uzhara kembali hadir menjadi narasumber untuk diskusi ini -berkat pengalaman beliau sebagai orang yang menggemari sastra Rusia dan puluhan tahun menjalani hidup di Rusia-. Diskusi kali ini, seperti biasa, dipandu oleh Syarif Maulana.

Diskusi dimulai dengan obrolan ringan dari para peserta terkait persepsi mereka yang membaca cerpen Pertaruhan. Agar juga memfasilitasi peserta yang belum sempat membaca cerpen, Syarif memberikan ringkasan terkait Pertaruhan, “Cerpen tersebut bercerita tentang pertaruhan antara seorang bankir dan ahli hukum yang memperdebatkan antara hukuman mati dan dipenjara seumur hidup. Bankir mengatakan, hukuman mati itu lebih baik karena orang langsung mati tanpa perlu merasakan sakit. Sedangkan ahli hukum berargumen bahwa hukuman seumur hidup adalah lebih baik.  Untuk membuktikannya, mereka bertaruh: Ahli hukum akan dipenjara selama lima belas tahun dan tidak boleh keluar sebelum waktunya, bahkan sampai menit terakhir. Jika si ahli hukum keluar barang satu menit saja dari hari terakhir maka dia tidak akan mendapat dua juta rubel yang dijanjikan oleh si bankir."

Kemudian, kesepakatan pun terjadi. Tahun-tahun awal, ahli hukum merasa stres dengan kehidupannya di penjara. Untuk mengobatinya, ahli hukum tersebut meminta buku untuk dibaca. Lama kelamaan, buku yang dimintanya semakin banyak. Ahli hukum yang sebelumnya nyaris depresi, justru semakin lama semakin merasa senang dengan buku-buku yang dibacanya. Menjelang batas akhir dari waktu yang dijanjikan, bankir panik karena dua juta rubel yang dijanjikannya sebenarnya tidak ada -ia tidak yakin bahwa ahli hukum mampu melampaui batas waktu yang ditentukan-. Pada malam terakhir dari lima belas tahun masa penjara itu, bankir diam-diam masuk ke sel ketika ahli hukum sedang tidur dan berniat mengakhiri hidupnya dengan cara mendekap kepalanya dengan bantal. Namun sebelum hal tersebut terjadi, bankir tanpa sengaja membaca surat yang isinya adalah: si ahli hukum akan keluar satu jam sebelum waktunya agar bankir tersebut tidak perlu membayar dua juta rubel yang disepakati. Alasannya, ahli hukum telah mendapatkan pemahaman mendalam dari hidup di penjara selama nyaris lima belas tahun tersebut. Ia bisa memaknai kehidupan secara lebih luas dan merasa bahwa pertaruhan yang dulu ia lakukan adalah hal yang kekanak-kanakan. Justru lewat surat tersebut, ahli hukum berterimakasih sebanyak-banyaknya pada bankir atas kesempatannya mencicipi sel selama hampir lima belas tahun.

Kata Pak Awal, cerpen ini bukan semata-mata tentang mana yang lebih baik antara hukuman seumur hidup dengan hukuman mati. Jauh daripada itu, Pak Awal menceritakan bahwa apa yang dilakukan oleh ahli hukum dan bankir itu merupakan bentuk ketidaktahuan mereka dalam mengamalkan ilmunya. "Mereka tidak tahu," kata Pak Awal, "Ilmu yang sudah mereka pelajari itu, untuk apa manfaatnya. Akhirnya mereka gunakan untuk bertaruh." Selain itu juga, Pak Awal memaknai pentingnya membaca. Apa yang dilakukan oleh ahli hukum, kata Pak Awal, menunjukkan bahwa meski ia berada di penjara selama lima belas tahun, namun hal tersebut tidak membuatnya merasa kesepian dan kehilangan pengetahuan akan dunia luar. Justru dengan membaca, ia tetap mampu berinteraksi dengan realitas di luar sana. Kata sang ahli hukum, membaca dapat membuat ia seolah berjalan-jalan ke luar penjara, berinteraksi dengan orang-orang, menghirup udara segar, dan merasakan alam sekitar.
Matahari semakin terbenam. Meski masih banyak hal yang ingin dipaparkan, namun apa daya Pak Awal harus mengakhiri perjumpaannya. Alasannya, tidak lain karena istrinya, Ibu Susi, harus mengajar esok paginya. Namun Pak Awal berjanji bahwa diskusi akan dilangsungkan lagi dalam waktu yang segera. Beliau bertanya pada para hadirin tentang cerpen apa yang sebaiknya dibahas di pertemuan berikutnya. Lewat diskusi yang sederhana, akhirnya diputuskan bahwa pembahasan masih akan seputar cerpen dari Anton Chekhov. Judulnya: Wanita dan Anjing

Prathama Sakti
Previous
Next Post »