Pameran "Lakon Tubuh" Setiawan Sabana

Garasi10, sedari awal tahun 2015, aktivitasnya dominan oleh persiapan pameran tunggal Setiawan Sabana (SS). Berbeda dengan karya-karya SS biasanya, pameran ini didominasi oleh representasi tubuh manusia melalui medium kertas. Dalam pameran berjudul Lakon Tubuh ini, SS memang ingin menghadirkan tubuh manusia sebagai sesuatu yang tidak ubahnya seperti kertas: "Kertas adalah kendaraan dari ide, sedang tubuh adalah kendaraan dari jiwa. Baik kertas maupun tubuh, keduanya rapuh dan dapat musnah. Tapi ide dan jiwa, sebagai sesuatu yang pernah mengendarainya, akan hidup abadi."

Persiapan Pameran Lakon Tubuh di Garasi10.
Pameran tunggal Lakon Tubuh diselenggarakan di Bentara Budaya, Jakarta, dari mulai tanggal 20 Mei hingga 31 Mei 2015. Pameran dibuka dan diresmikan oleh Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemendikbud yaitu Prof. DR. Endang Caturwati, MS. Setelah pembukaan dilakukan secara resmi, hadir performance art dari Wawan Ajen yang menampilkan wayang kontemporer dan Mas Nanu Muda yang melakukan ritual ngaruat (mendoakan pameran berlangsung lancar dan selamat). Kolaborasi tersebut juga diramaikan oleh pembacaan puisi oleh Acep Iwan Saidi. Pada pembukaan tersebut juga dijual katalog pameran yang berjudul Lakon Tubuh: Chaosmos Perjalanan Jiwa yang berisi tulisan dan gambar tentang tubuh dari berbagai pandangan mulai dari Aminuddin Th. Siregar (kurator), Acep Iwan Saidi (penyair), Yasraf Amir Piliang (pakar semiotika), Bambang Sugiharto (guru besar filsafat), Mas Nanu Muda (penari), Benny Johanes (sutradara dan pemikir teater), Patra Aditia (seniman), Ping Setiadi (guru gambar), Syarif Maulana (pemusik), Dyah Gayatri Puspitasari (pengajar desain), hingga Setyo Jojo (pengajar yoga).

Ritual ngaruat sebagai pembuka.

Salah satu karya instalasi yang ditampilkan dalam Lakon Tubuh.
Pameran tunggal Lakon Tubuh berisi satu karya instalasi besar yang keseluruhannya merupakan satu kesatuan -berbeda dengan pameran seni rupa pada umumnya yang menampilkan berbagai macam karya dengan judul yang berbeda-beda pula-. Selain pameran karya, Lakon Tubuh juga mengadakan sejumlah kegiatan lain seperti misalnya diskusi dengan pembicara Aminuddin Th. Siregar dan Acep Iwan Saidi (dengan moderator Hendro Wiyanto) serta workshop Olah Tubuh yang diikuti oleh 28 peserta yang umumnya merupakan dosen dari beberapa perguruan tinggi seni di Jakarta. Dalam workshop tersebut, para peserta dipersilakan untuk "merespon Lakon Tubuh dengan tubuh", misalnya dengan membaca puisi, menggambar, melukis, ataupun menari kontemporer.

Diskusi Lakon Tubuh
Pembacaan Puisi dalam workshop Olah Tubuh
Pameran Lakon Tubuh ini menambah daftar kerjasama Garasi10 dengan even-even seni rupa nasional di tahun 2014-2015, seperti misalnya Paperium di Museum Tekstil Jakarta, Marida Nasution: Sosok Perempuan Pegrafis Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, dan Pameran Tunggal SS di Galeri Soemardja, ITB.

Liputan tentang Lakon Tubuh di Koran Tempo
Previous
Next Post »