Bahagia bersama "Rumah Tangga yang Bahagia"

Rusia di abad XIX banyak melahirkan penulis-penulis besar seperti Nikolai Gogol, Ivan Turgenev, Anton Chekov,  Dovtoyevsky, dan Tolstoy.  Di jaman ini Rusia mengalami jaman keemasannya di dunia sastra. Rusia yang tidak mengalami Renaisan dan Reformasi membuat negeri itu tertinggal di berbagai bidang dengan Eropa. Literatur hampir tidak ada, sains juga diacuhkan dan dianggap tidak berguna.  Peter Yang Agung (1672-1725) yang kemudian membawa pengaruh kemajuan barat ke Rusia, setelah sebelumnya ia mengawali rencana besarnya dengan melakukan perjalanan panjang ke Eropa Barat di tahun 1697-1698.

Pangeran Lev Nikolayevich Tolstoy dilahirkan di Yasnaya Polyana 9 September 1828. Pengaruh kehidupan masa muda Tolstoy dengan berbagai perempuan, sedangkan istri yang dikehendaki adalah perpempuan yang “baik-baik”, juga kehidupan para bangsawan saat itu; menginspirasi Tolstoy untuk menulis “Rumah Tangga Yang Bahagia”. 

Di novel “Rumah Tangga yang Bahagia” ini Tolstoy menuturkan kisah cinta dua manusia yang terpaut usia cukup jauh antara Masha, Marya Alexandrovna, yang berusia 17 tahun dan Sergei Mihailovich yang jauh lebih tua darinya yang membuat mereka juga akhirnya dipersatukan oleh lembaga perkawinan. Masha yang hijau yang dengan gejolak mudanya ingin lebih mengenal dunia dan menyelami segala tantangan realita yang melingkupinya. Sebaliknya Sergei yang cukup kenyang dengan pengalaman hidup menginginkan irama kehidupan yang lebih tenang, di mana keinginan Sergei ini dipandang Masha belum cukup untuk menjadi ruang ekspresi diri yang didorong dengan rasa dan gejolak keingintahuannya untuk bisa mengecap rasa dunia yang selama ini belum terjangkaunya.

Tolstoy menumpahkan nilai-nilai, kritik sosial dan realita pada jamannya dalam karya-karyanya. Di novel ini Tolstoy berbicara tentang fitrah manusia, komunalitas, individualitas, dan otentisitas manusia. Seakan Tolstoy ingin menyampaikan bahwa kehidupan ideal itu seperti kehidupan petani di desa yang dipandangnya sebagai citra manusia alami. Hidup bahagia adalah hidup untuk orang lain. Bahagia ada dalam kebersamaan bersama orang lain. Selain itu Tolstoy juga ingin menyampaikan gambarkan citra perempuan ideal yang konon menimbulkan pertentangan dan polemik bagi para pengkaji sastra dan suara feminis di Rusia.

Bincang-bincang mengenai novel ini berlangsung di ruang Garasi 10 yang bekerja sama dengan tim Layarkita pada 5 Oktober 2014 bersama Bapak Awal Uzhara yang dimoderatori Syarif Maulana. Bermula dari pembahasan konten novel, Pak Awal kemudian meluas banyak bercerita tentang latar belakang kehidupan Leo Tolstoy, kehidupan sosial dan sejarah Rusia yang dibantu juga oleh Ibu Susi selama diskusi dengan audiens berlangsung.

~ ping

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Unknown
AUTHOR
27 Oktober 2016 16.49 delete


Replace intention and pray to be the best husband. Without intending and pray your husband may not be so bright. Crowded forgotten husband.
suksestoto

Reply
avatar