Mengapresiasi Musik "Surga"



Sabtu malam 9 Agustus 2014, Garasi 10 mengundang kelompok musik tradisional Suling & Kecapi “Sasaka Domas” pimpinan Mamah Dasimah yang juga istri Didin S. Badjuri seniman vokal Sunda, untuk diapresiasi bersama.  Sasaka Domas yang berarti tempat pemujaan yang suci bagi kaum Sunda Wiwitan ini, berkegiatan di Gedung YPK (Yayasan Pusat Kebudayaan) Bandung yang berlokasi di Jl. Naripan No. 7 Bandung.


Beberapa tembang yang dibawakan di antaranya : Lagu Salam Pangwilujeng yang selain menyampaikan salam pembuka juga berisi ajakan untuk melestarikan tembang-tembang Seni Sunda Cianjuran, Jeruk Manis, lagu tentang Sholawat, Rumingkang, Warung pojok, Sekar manis, dan ditutup dengan lagu Es lilin.


Ada rasa ngawawaas. Wararaas, nuansa nostalgia dalam musik suling dan kecapi yang  teralun.  Kalau di surga ada musik, mungkin alunan musik yang seperti itulah yang ada di sana. Seperti yang pernah dinyatakan seorang komponis berkebangsaan Perancis di awal abad ke-20 Claude Debussy di saat ia menikmati musik tradisional Cianjuran menyatakan bahwa musik ini adalah musik surga.
Previous
Next Post »