Dibuka Pendaftaran Kelas Garasi: Menembus Rimba Pemikiran Heidegger

Martin Heidegger, gambar diambil dari sini.
Pengantar

Bambang Sugiharto, dalam suatu kuliah pernah mengatakan, "Peta filsafat Barat berubah drastis sejak keberadaan Martin Heidegger."  Memang, filsuf yang lahir di Messkirch tahun 1889 ini, seolah mengakhiri tradisi pemikiran Barat yang dipenuhi asumsi, presuposisi, dan terlalu berpusat pada manusia. Heidegger menawarkan satu jenis "mistisisme" baru untuk menyelamatkan manusia modern dari kekosongan batin setelah klaim kematian Tuhan oleh Nietzsche. Heidegger mengatakan bahwa seyogianya manusia kembali pada fenomena, menunda segala bentuk asumsi, dan berpura-pura untuk melihat segala kejadian seolah-olah baru pertama kali ia alami. 

Sekilas, pemikiran Heidegger tersebut tampak tidak rumit. Memang iya, karena bagi dunia pemikiran Timur, apa yang dicetuskan Heidegger sama sekali tidak baru. Namun justru inilah momen-momen menegangkan tentang bagaimana akhirnya dikotomi antara pemikiran Barat dan Timur semakin tidak jelas batasannya. Heidegger, meski tidak bicara soal Tuhan sama sekali, tetap percaya bahwa dunia hanya bisa dihayati sepenuhnya lewat "mistisisme" yang asal muasalnya bukan dari rasionalisme a la Cartesian yang selama ini digadang-gadangkan. Yang tertinggal dari ke-Barat-an Heidegger adalah rimba bahasanya yang maha rumit, yang membutuhkan napas panjang untuk mengkajinya. 

Di Kelas Garasi ini, siapkan stamina baik-baik untuk menggali pemikiran Heidegger yang sekilas nampak rumit, tapi sesungguhnya amat sederhana, keseharian, dan "sangat ketimuran".


Materi Pertemuan 

1. Heidegger dan Being and Time - 21 Januari 2014
Mempelajari pemikiran seorang filsuf, sangat baik jika dimulai dari literatur. Being and Time adalah karya Heidegger yang paling terkenal yang ditulis pada tahun 1927. Dalam buku ini dibahas hal-hal mengenai Ada, Dasein, kemewaktuan, dan Angst atau kecemasan eksistensial.

2. Heidegger dan Nazi Jerman - 28 Januari 2014
Meski pemikiran Heidegger sangat manusiawi, ternyata ada tuduhan bahwa ia terlibat dengan kegiatan partai Nazi Jerman yang justru dikenal "tidak manusiawi". Kita tidak akan hendak berlama-lama membicarakan fakta sejarah dalam pertemuan ini, melainkan fokus pada bagaimana "pertanggungjawaban etis" seorang filsuf yang kontradiktif antara ajaran dan tindakannya. 

3. Filsafat Manusia Heidegger - 4 Februari 2014
Pemikiran Heidegger, jika ditempatkan dalam peta pemikiran, sangat cocok jika digolongkan sebagai eksistensialisme yang mengembalikan fakta kehidupan pada eksistensi manusia itu sendiri. Meski demikian, ia menolak klaim tersebut bahkan mengatakan bahwa Sartre, salah seorang tokoh eksistensialisme, gagal memahami pemikirannya. Cocok atau tidak dengan sebutan eksistensialisme, toh Heidegger tetap memikirkan dengan serius bagaimana nasib manusia dan eksistensinya.

4. Pengaruh dan Manfaat Filsafat Heidegger - 11 Februari 2014
Tidak lengkap jika usai berbicara soal ontologi dan epistemologi filsafat Heidegger, kita tidak lantas memasuki sisi aksiologinya. Filsafat, serumit apapun, tetap harus punya aplikasi dalam keseharian kita. Pada sesi terakhir ini akan dibahas betapa luasnya pengaruh dan manfaat filsafat Heidegger untuk dunia akademik, dunia seni, hingga dunia keseharian.

Informasi Pendaftaran

1. Kelas dibatasi untuk 10 (sepuluh) orang peserta.
2. Kelas diselenggarakan setiap hari Selasa mulai 21 Januari 2014 pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB di Garasi10, Jl. Rebana no. 10 Bandung.
3. Biaya Rp. 100.000 untuk 4 (empat) pertemuan akan sepenuhnya dikembalikan pada peserta dalam bentuk hand-out, sertifikat, dan operasional kelas itu sendiri.
4. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Syarif (0817-212-404)

Profil Pengajar

Rosihan Fahmi - Lulusan Aqidah Filsafat UIN dan Pascasarjana Ilmu Filsafat UI ini adalah penggiat filsafat yang lebih banyak aktif di komunitas. Ami yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sekolah Manba'ul Huda ini adalah pendiri komunitas filsafat Madrasah Falsafah dan Kophilosophia.  
Previous
Next Post »