Bergembira di Ulang Tahun Pak Awal, Ibu Elly, dan Garasi10

Minggu, 17 November 2013


Hari minggu itu adalah hari yang istimewa. Pertama, Pak Awal berulangtahun. Kedua, ibu dari Garasi10 yaitu Ibu Elly berulangtahun dua hari sebelumnya. Ketiga, Garasi10 juga berulangtahun di bulan November meski tidak ditentukan tanggalnya secara persis. Sehingga di tanggal 17 itu, momen ketiganya dirayakan secara sederhana.

Titik beratnya memang pada ulang tahun Pak Awal Uzhara. Sutradara dan dosen yang selama lima puluh tahun tinggal di Rusia ini tepat berusia 82. Ia ingin agar hari bahagianya ini dibagikan pada orang-orang yang ia anggap dekat saja. Kemudian hadir sekitar dua puluh orang yang sangat apresiatif terhadap kehadiran Pak Awal sejak setahun silam. Apresiasi tersebut adalah wajar, ilmu Pak Awal tentang sinematografi maupun kebudayaan Rusia cukup langka diperoleh di tanah air ini. Selain itu, yang menjadi inspirasi bukan cuma ilmunya, melainkan juga semangatnya yang tetap berapi-api meski usia sudah senja.
Pak Awal Uzhara
Acara hari itu dimulai dengan pemutaran film dokumenter. Film dokumenter tersebut dibuat oleh seorang mahasiswa sinematografi di Rusia pada tahun 2003. Film berdurasi sembilan menit dengan judul Jauh dari Mata, Dekat ke Hati ini berkisah tentang bagaimana keinginan kuat Pak Awal untuk pulang ke Indonesia meskipun berpuluh tahun tinggal di Rusia. Rasa rindu tersebut salah satunya ditunjukkan lewat bagaimana beliau mengajar di mata kuliah bahasa dan kebudayaan Indonesia di Universitas Negeri Moskow atau biasa disingkat dengan MGU. Ia tidak hanya mengajarkan bahasa dan kebudayaan Indonesia saja pada mahasiswanya yang berkebangsaan Rusia, melainkan juga turut menanamkan rasa cinta Indonesia pada mereka. 

Setelah diputarkan film dokumenter yang berbahasa Rusia tersebut -Pak Awal ikut menerjemahkan tentunya-, acara berikutnya adalah pembacaan naskah calon buku riwayat hidup Pak Awal yang berjudul Nasib Manusia. Naskah yang rencananya diterbitkan pada bulan Desember atau Januari ini dibaca secara bergantian oleh para undangan mulai dari Pak Ono, Afifa, Rudy, Ping, Tobing, Pak Setiawan, dan lain-lain. Setelah pembacaan berakhir, tanpa ada jeda, pemain biola Kang Ammy Kurniawan langsung menyambutnya dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang membuat Pak Awal tak kuasa menitikkan air mata. Lagu tersebut memang berkesan untuk Pak Awal karena sewaktu di Rusia, lagu itulah yang selalu mengingatkannya akan tanah air. 


Setelah berbagai acara "serius" tersebut, tiba waktunya untuk bersenang-senang dan mengembalikan fitrah acara pada perayaan ulangtahun. Para undangan boleh menyantap hidangan sore disertai iringan musik dari Kang Ammy (sekarang bermain gitar), Afifa (biola), dan Mas Ono (tin whistle). Musik-musik yang dibawakan sengaja dipilih yang bertema nasionalis agar mengesankan untuk Pak Awal seperti Desaku, Kampuang nan Jauh di Mato, Panon Hideung, Indonesia Raya, hingga Tanah Air. Para tamu tidak jarang ikut bernyanyi bersama dengan Pak Awal yang di beberapa lagu beranjak dari kursinya untuk menari. 

Setelah acara diakhiri sekitar pukul 18.30, Pak Awal mengaku senang dan mengatakan bahwa ini adalah salah satu ulang tahunnya yang paling berkesan. Tobing, wakil dari tamu, mengatakan bahwa ia sangat berharap bahwa tahun depan kita masih bisa berkumpul untuk merayakan ulang tahun beliau. Doa panjang umur pun mengalir dari para tamu yang mengaku senang. Tidak hanya untuk Pak Awal, tapi juga untuk Ibu Elly dan Garasi10 yang waktu itu juga tengah berbahagia.



Previous
Next Post »