Pertemuan Kedua Kelas Cultural Studies

Rabu, 1 Mei 2013

Kelas Cultural Studies asuhan Rosihan Fahmi memasuki pertemuannya yang kedua setelah sebelumnya berupa perkenalan. Kelas yang diikuti sekitar delapan orang ini cukup aktif sehingga untuk kedua kalinya berakhir di atas pukul sepuluh malam. Di pertemuan kedua ini, dibahas oleh Kang Ami teori dan disiplin yang diwadahi oleh Cultural Studies.


Di tayangan slide-nya yang pertama, Kang Ami langsung menyuguhkan gambar untuk dianalisis. Gambar itu diambil dari kartun terkenal di Amerika yakni The Simpsons. Dalam gambar tersebut diperlihatkan seluruh anggota keluarganya yakni Homer, Marge, Bart, Lisa dan Maggie sedang menonton televisi di sofa. Kang Ami bertanya, "Apa yang kamu bisa baca dari gambar ini?" Ketika semua terdiam, Kang Ami memancing kembali, "Siapa Tuhannya disini?" Beberapa mulai bergumam, "Televisi." Kang Ami kemudian mengingatkan kembali bahwa Cultural Studies adalah sebuah wadah untuk menampung banyak teori, sebagai amunisi bagi kita untuk memandang suatu fenomena. Kang Ami bahkan secara spesifik mengatakan bahwa Cultural Studies menitikberatkan pada hubungan kebudayaan dengan kekuasaan yang mendasarinya. "Ketika memandang suasana ruang tamu The Simpsons ini, kita tidak bisa secara naif memandangnya sebagai suasana keluarga biasa. Seseorang yang mempelajari Cultural Studies mesti bisa melihat melampaui hal tersebut," ujar Kang Ami.

Kemudian slide berganti dengan tayangan yang menunjukkan suatu bentuk sirkuler. Kembali Kang Ami meminta para peserta untuk menganalisanya sendiri. 

Para peserta berbeda-beda dalam memandang Circuit of Culture ini. Ada yang memulainya dari production, identity, representation hingga regulation. Jawaban semacam ini tidak ada yang paling betul, justru menunjukkan bahwa setiap peserta dapat berargumen menurut teori dan disiplin yang ia punyai. Inilah yang mau Kang Ami seolah-olah tekankan bahwa peserta sedari awal sudah bisa mempraktekkan Cultural Studies sebelum mengisinya dengan teori-teori yang sudah baku.

Setelah itu, Kang Ami kemudian menunjukkan teori-teori yang baku tersebut. Maksud baku disini adalah teori-teori yang biasa digunakan dalam Cultural Studies seperti neo-marxisme, feminisme, semiotika, psikoanalisis, pos-strukturalisme dan pos-kolonial. Setelah itu, seperti biasa, sebelum mulai memaparkan, Kang Ami mempersilakan para peserta untuk memaparkan teori-teori tersebut berdasarkan pengetahuannya.  Kemudian Kang Ami berulangkali menekankan tentang pentingnya memahami Cultural Studies untuk melihat budaya dalam dua konteks, yakni sebagai objek studi dan medan kekuasaan. Dengan pemahaman yang baik, kita akan bisa melihat secara jernih bagaimana kebudayaan kita dalam keseharian.

Kemudian diskusi berlangsung hingga larut, hingga lebih dari pukul sepuluh. Menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi. 

Previous
Next Post »