Diskusi Film Burnt By The Sun 2: Prestanding (2010) bersama Awal Uzhara

Minggu, 26 Mei 2013
Garasi10, Jl. Rebana no. 10
Pk. 15.00 - 17.30 (nonton)
Pk. 17.30 - 19.00 (diskusi)

Pada awal tahun 2013 ini, Garasi10 pernah mengadakan pemutaran film Burnt by The Sun yang dirilis tahun 1994. Burnt by The Sun mendapat apresiasi tinggi di dunia internasional dengan meraih penghargaan Grand Prize di Cannes Film Festival dan Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. Pada saat diputar di Garasi10 pun, film karya Nikita Mikhalkov tersebut "mengganggu" pikiran karena ending-nya yang "dibiarkan terserah penonton". 

Burnt by The Sun 2: Prestanding, adalah film yang digarap oleh sutradara yang sama dan mencoba meneruskan kesuksesan film sebelumnya. Burnt by The Sun 2: Prestanding ini bercerita tentang nasib Sergei Petrovich Kotov yang ternyata masih hidup setelah di akhir film pertamanya terlihat akan dieksekusi. Kotov lolos dari ancaman kematian di penjara Gulag dan bertempur bersama garis depan Rusia dalam melawan Nazi Jerman. Di sisi lain, anak dari Kotov, Nadia, tetap percaya ayahnya yang selama ini menghilang, tetap hidup. Ia terus mencari fakta tentang ayahnya di tengah-tengah puing-puing peperangan besar.

Meski berstatus sekuel, namun Burnt by The Sun 2: Prestanding ini dianggap tidak mampu meneruskan kesuksesan edisi pertamanya. Film ini menghabiskan dana yang sangat besar ($ 55 juta) tapi menjadi box office flop setelah hanya meraih $ 8 juta. Meski gagal di pasaran, namun tidak ada salahnya film ini tetap diapresiasi salah satunya sebagai bentuk komparasi atas kedua edisi garapan Mikhalkov tersebut. Selain itu, selalu saja ada perbincangan seru tentang situasi sosio-kultural serta sejarah Rusia yang bisa dikembangkan oleh seorang Awal Uzhara.


Profil Narasumber
Setelah sejak tahun 1959 tinggal di Rusia, Pak Awal Uzhara akhirnya kembali ke Indonesia di tahun 2012. Enam puluh tahun lebih menetap, beliau pernah bersekolah dan kemudian menjadi asisten Profesor Sergei Gerasimov di Institut Sinematografi Gerasimov di Moskow. Institut sinematografi tertua di dunia tersebut (berdiri tahun 1919) telah melahirkan sutradara legendaris peletak dasar teknik-teknik penyutradaraan yang masih lestari digunakan hingga hari ini seperti Sergei Eisenstein, Alexey Batalov, Vsevolod Pudovkin, hingga Andrei Tarkovsky
Previous
Next Post »