Pelatihan Origami Memanfaatkan Kertas Daur Ulang

Minggu, 24 Februari 2013

Garasi10 kembali mengadakan acara. Kali ini yang menggagas adalah Ibu Elly yang merupakan "Ibu" dari Garasi10. Acara ini mengundang Moelyana untuk mengajarkan origami pada sekelompok peserta. Namun ada yang menarik. Kata Ibu Elly, "Biasanya, origami menggunakan kertas khusus dengan bahan yang bagus. Namun kali ini, kita akan menggunakan kertas daur ulang yang berasal dari sampah-sampah atau bahan-bahan tidak terpakai." Setelah itu, Ibu Elly juga menerangkan sedikit tentang arti dan sejarah origami. "Arti dari origami," lanjut Ibu Elly, "adalah berasal dari dua kata yakni ori berarti melipat dan kami berarti kertas." Meski riwayat mula-mula origami sangat sulit dilacak, namun origami dikenal luas setelah sejumlah anak sekolah membuat ribuan lipatan burung tsuru untuk mengenang korban bom di Hiroshima.

Setelah sejumlah paparan tersebut, kelas diambil alih oleh Moelyana. Ia dengan cekatan mengajarkan sejumlah bentuk pada peserta yang sebagian besar adalah pemula tersebut. Bentuk pertama adalah boks kecil yang multifungsi. Bentuk kedua adalah juga sama-sama boks, tapi bentuknya sedikit lain. Moelyana menyebutnya dengan star box. Langkah-langkah melipat yang diajarkan Moelyana ini ada yang bisa diikuti dengan cepat oleh peserta, ada juga yang tidak. Rudy dan Royke adalah contoh mereka yang cepat dalam mengikuti instruksi. Sedangkan Rendy dan Kris agak kesulitan. Di sesi berikutnya, Moelyana melatih dua orang anak bernama Razi dan Keisha tentang bagaimana melakukan lipatan-lipatan sederhana.

Ibu Elly memberikan informasi sebelum kelas dimulai.
Moelyana mulai memberikan arahan.

Moelyana mengajarkan Razi dan Keisha.

Saling melihat lipatan.

Razi dan Keisha mencoba berkonsentrasi.

Kertas daur ulang yang digunakan untuk origami.

Rudy membuat sebuah karya yang dihasilkan dari iseng-isengan.

Star box.

Previous
Next Post »