Persiapan Awak Garasi10 Menjelang AIAE ke-27

Dialogue

Dua orang awak Garasi10 tengah dilanda kesibukan luar biasa. Penyebabnya adalah pameran yang menanti di hadapan Setiawan Sabana dan Patra Aditia. Pak Setiawan, terlebih lagi, dinanti oleh dua pameran sekaligus. Yang pertama adalah di Thailand -yang juga dipersiapkan Patra-, sedangkan pameran berikutnya adalah di Malaysia. Yang disebut terakhir ini berstatus pameran tunggal. 


Pameran yang akan digelar dalam waktu dekat di Thailand ini merupakan acara rutin yang bernama Asian International Art Exhibition (AIAE). Acara ini diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya dengan tuan rumah yang silih berganti. Sejumlah negara tercatat pernah menjadi tuan rumah mulai dari Indonesia, Jepang, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, China, Malaysia, Singapore, hingga Mongolia. Selain menjadi ajang para seniman se-Asia untuk berpameran bersama, AIAE juga diwarnai oleh nuansa silaturahmi. Para seniman diajak untuk berkeliling kota dan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah, wisata budaya atau alam. Selain itu, melengkapi acara pameran diselenggarakan juga Art Forum, yaitu perhelatan seminar. Dalam seminar tersebut tampil sejumlah pembicara yang mewakili negaranya masing-masing. Melalui Art Forum peserta dapat menyimak perkembangan seni rupa di kawasan Asia.

Dari enam seniman yang akan berpameran mewakili delegasi Indonesia, dua diantaranya adalah awak Garasi10 yakni Pak Setiawan dan Patra. Mereka berdua menjadikan Garasi10 sebagai tempat untuk bereksperimen sebelum karyanya dipamerkan bersama para seniman Asia lainnya. Pak Setiawan, seperti biasa, memamerkan karya yang berhubungan dengan kertas. Karyanya yang berjudul Dialogue akan menampikan citra manusia yang terbuat dari kertas -dibuat dari kepala hingga dada, ditebar begitu saja di lantai dengan anatomi yang tidak proporsional-. Sedangkan Patra, yang berangkat seminggu lebih dahulu, akan memajang karya yang dibuat selama workshop di Bangkok. Selain Pak Setiawan dan Patra, terdapat empat seniman lainnya yaitu Tisna Sanjaya, Deden Hendar Durahman, Willy Himawan dan Dimas Arif Nugroho. Delegasi Indonesia akan berangkat hari Kamis, 17 Januari dan tiba kembali di tanah air pada hari Selasa, 22 Januari.


Inspirasi yang diperoleh dari ruangan mini semacam garasi, memang tidak bisa disepelekan untuk jadi suatu karya yang diapresiasi secara internasional.
Previous
Next Post »