Catatan Awak Garasi10 di AIAE (Hari Pertama)

Kamis, 17 Januari 2013

Garasi10 mendadak kosong. Seluruh awaknya berangkat untuk menyertai Pak Setiawan Sabana dan Patra Aditia berpameran ke Thailand dalam even Asian International Art Exhibition (AIAE). Mereka adalah Elly Setiawan, Syarif Maulana, Wahdini Degayanti dan Intan Apriyanti. Selain Patra Aditia yang sudah berangkat lebih dahulu dari seminggu sebelumnya, yang lain baru berangkat hari Kamis tanggal tujuh belas. Mengejar pesawat pukul sebelas, bus dari Bandung pukul empat dirasa cukup aman untuk mencapai Bandara Soekarno Hatta tepat pada waktunya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Berita tentang Jakarta yang terkena banjir memang sampai ke setiap orang yang menuju bandara, namun tidak ada satupun yang mengira bahwa banjir tersebut akan menghambat bus begitu lama. Walhasil, Bandung - Jakarta yang biasa ditempuh dalam waktu tiga setengah jam saja, kali ini harus dilalui selama lebih dari delapan jam! Walhasil pula, dengan ketibaan rombongan yang mencapai jam dua belas lebih, tiket pesawat pun harus direlakan untuk hangus. Banjir yang melanda Jakarta ternyata membawa dampak serius bagi tertundanya perjalanan. Beberapa kali bus harus menanti karena ada air menggenang di tengah jalan setinggi bumper.


Sebagai solusi, akhirnya seisi rombongan terpaksa membeli tiket lagi jam 16.45 yang langsung berangkat ke Bangkok - tadinya, di tiket sebelumnya, rombongan harus transit dulu di Malaysia selama satu jam-. Karena jika tidak berangkat hari itu juga, maka kepergian berikutnya dengan tiket yang sama haruslah tanggal 19 -artinya, rombongan harus menginap di Jakarta selama dua hari!-. Drama yang menguras stamina dan emosi ini pun selesai bersamaan dengan ketibaan di Bandara Dong Muang, Bangkok, pada sekitar pukul 8.30 malam. Tibanya rombongan dari Indonesia ini langsung disambut oleh salah seorang panitia yang telah menunggu dengan dua taksi.



Taksi ini kemudian menggiring rombongan -yang tentu saja turut serta diantaranya adalah seniman yakni Deden Hendar Durahman, Willy Himawan dan Dimas Arif Nugroho- ke hotel The Twin Towers yang ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Sesampainya di hotel, setelah melakukan registrasi, maka rombongan pun langsung merebahkan diri di kamar. Mereka perlu tenaga yang cukup -terlebih setelah melalui sejumlah ketegangan selama di Jakarta- untuk menjalani keesokan harinya berupa tur ke propinsi Ayutthaya. Pada tur yang direncanakan berlangsung dari pagi hingga sore ini, seluruh rombongan dari berbagai negara di Asia akan diajak melihat berbagai kuil peninggalan raja-raja terdahulu. 
Previous
Next Post »