Dipergunakannya Ruangan "Belum Bernama"

Rabu, 20 November 2012

Untuk kali pertama, ruangan baru di samping garasi dipergunakan untuk kepentingan belajar mengajar. Pertemuan perdana kelas filsafat eksistensialisme Albert Camus bimbingan Rosihan Fahmi dilaksanakan di tempat yang belum diberi nama khusus tersebut. Hal tersebut tidak lepas dari adanya rapat panitia Fiesta Film Independen Bandung yang mengambil tempat di garasi. 



 Ternyata, ruangan eks ruang tamu tersebut bisa dimuati sekitar tujuh atau delapan orang. Meski tidak selapang garasi, namun ruangan "belum bernama" ini tetap kondusif untuk digunakan belajar. Hanya saja, khusus di ruangan ini aturan dilarang merokok diberlakukan secara ketat. Walhasil, Kang Ami sang tutor, yang memandang wajibnya menerangkan sambil merokok, harus berdiri di ujung pintu agar asap rokok tidak memenuhi ruangan yang terpajang di dalamnya wayang golek Pandawa Lima tersebut.


Sophan Ajie

Sementara di garasi, Sophan Ajie tengah bersemangat memimpin rapat Fiesta Film Independen yang akan diselenggarakan kurang dari dua minggu lagi. Acara malam anugerah untuk film-film independen yang dilombakan ini, akan digelar pada tanggal 4 Desember di Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC). Para panitia memutuskan untuk menjadikan Garasi10 sebagai "markas" untuk berbagai pertemuan penting menjelang hari H.

Sementara kelas Albert Camus berakhir di pukul sepuluh, panitia rapat film masih melanjutkan adu nalarnya hingga pukul dua belas..
 
Previous
Next Post »