Kophilosophia@Garasi10: Merayakan Kematian



Rabu, 3 Oktober 2012

Garasi10 tidak seperti biasanya di Rabu sore yang sepi-sepi saja, kali ini terlihat meja pingpong digelar beserta kursi seolah akan menyambut suatu acara. Memang iya, ada kelompok diskusi "baru tapi lama" yang seyogianya berkumpul pukul enam maghrib tersebut. Namanya Kophilosophia, dan mereka baru mulai diskusi sekitar pukul enam empat puluh lima menit.

Yang hadir sebagai moderator bukanlah orang baru di Garasi10. Ia adalah Rosihan Fahmi alias Kang Ami yang aktif sebagai mentor di Kelas Filsafat Eksistensialisme. Mengapa Kophilosophia disebut sebagai kelompok diskusi "baru tapi lama"? Karena keberadaan mereka di Garasi10 ini adalah perdana. Namun eksistensinya sendiri sudah malang melintang selama lebih dari lima tahun. Kelompok diskusi ini pertama berkumpul di Tobucil, lalu di Kopikamu Tamansari, setelah itu baru memutuskan nomaden. Salah satu perhentiannya adalah di Garasi10 ini. Beberapa jebolan Kophilosophia juga aktif atau setidaknya pernah berpartisipasi di Garasi10 seperti Kang Ami, Mas Daus (Moh. Syafari Firdaus), Diecky, Rudy, Benny, Rijal, Hadi, dan AM.

Ada maksud apa Kophilosophia berkumpul di Garasi10? Rupanya Kang Ami hendak membicarakan tentang pembukuan tulisan-tulisan yang berisi hal-hal yang pernah didiskusikan selama lima tahun ke belakang. Sebagai pembukaan, Kophilosophia yang dihadiri oleh Bakri, Arden, Kape, Rachmat, Rudy, dan Benny tersebut, membicarakan tentang sejarah Kophilosophia yang awalnya bernama Madrasah Falsafah Sophia. Awal mula ide tentang Kophilosophia diawali dari ngobrol-ngobrol antara Kang Ami dan Kang B-Q (Bambang Q-Anees) di Kafe Terminus (sekarang Le Bistrot) di Jalan Purnawarman. Kang Ami dan Kang B-Q berpendapat bahwa sangat menarik untuk mempertanyakan ulang hal-hal keseharian yang sudah "baku" seperti tetangga, rumah, pagar, kangen, dan sebagainya. Dengan metoda Sokrates yang menekankan pertanyaan demi pertanyaan, maka diharapkan konsep-konsep sederhana tersebut bisa dipertanyakan ulang dan malah keluar sari-sari pemikiran yang lebih dalam.

Singkat cerita, terwujudlah Madrasah Falsafah Sophia (selanjutnya disebut Madfal) bertempat di Tobucil, Jalan Aceh no. 56. Kang Ami bercerita bahwa sepanjang lima tahun kiprah Madfal, ada berbagai suka dan duka. Hal ini dikaitkan oleh Kang Ami dalam berbagai "poin pertaruhan" yaitu konten, konsistensi, kebersinambungan, waktu, produk, feedback, dan pengelola. Mengusung jargon "semua orang adalah filsuf", Madfal memang mencoba untuk konsisten membicarakan keseharian alih-alih mengusung tema yang mengawang-awang. Nah, kumpul-kumpul tersebut adalah dalam rangka "menyelamatkan" poin pertaruhan Madfal dari sisi produk. "Madfal, dalam lima tahun terakhir, sudah cukup banyak berdiskusi dan membidani banyak pemikiran. Mari kita mengumpulkan tulisan-tulisan agar jadi padat dan bisa menjadi produk untuk dibaca orang-orang," demikian ujar Kang Ami. Madfal kemudian, awal tahun 2012, pindah ke KopiKamu dan berganti nama menjadi Kophilosophia.

Jadi, dalam rangka "memasak" ide untuk membuat produk kumpulan tulisan Madfal, Kang Ami bertanya dulu pada para peserta tentang pengalamannya bersama komunitas. Bakri, yang sering terlibat di komunitas blues, mengemuka terlebih dahulu, "Di komunitas blues yang menjadi pertentangan biasanya adalah bagaimana mendefinisikan musik blues itu sendiri. Ada yang mengatakan, segala yang dari hati pasti blues. Ada yang bilang bahwa blues itu pakem yang konvensional seperti dua belas bar atau call and shout. Ada juga yang mengatakan bahwa blues itu tidak usah diperbincangkan, hanya bisa dirasakan." Sedangkan Rachmat rajin ikut komunitas karena katanya, "Saya senang melihat orang berdiskusi." Rudy menjawab, "Saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan karena komunitas, khususnya Madfal. Salah satunya adalah keberanian untuk berbicara seperti sekarang ini."

Ki-Ka: Kape, Rudy, Rachmat

Ketika bola sampai di Arden, ia memilih untuk meluaskan (lebih tepatnya: memperdalam) topik dengan bercerita tentang pengalaman spiritualnya. "Sori, sebelum bicara tentang komunitas, saya mau bicara tentang pengalaman pribadi dulu ya," katanya meminta ijin. Arden mengisahkan tentang bagaimana dirinya akhirnya memutuskan untuk memilih islam setelah menghabiskan masa remaja untuk menolaknya. Kata Arden, "Saya memahami Al-Qur'an setelah membaca banyak buku sebelumnya. Ada kesamaan antara Al-Qur'an dengan banyak pengetahuan lainnya. Bahkan ada kesamaan antara Al-Qur'an dengan kejadian-kejadian alam semesta. Bahasa dalam Al-Qur'an memang sengaja dibuat dengan 'pori-pori' agar kita bisa mempunyai penafsiran yang luas, reflektif, dan bisa melihat perwujudannya dalam keseharian."

Kata 'keseharian' yang terakhir diucap Arden ini direspons oleh Kang Ami dengan melihat komunitas sebagai salah satu perwujudan kebutuhan dasar. Selain hal-hal biologis, ternyata, dalam analisis Kang Ami, ada kebutuhan dasar manusia untuk mencandrai, menyetubuhi, dan membicarakan keseharian dengan sesamanya. Hal tersebut juga diamini oleh peserta-peserta yang lain.

Lantas, apa yang dimaksud dengan tema "Perayaan Kematian" yang diusung oleh Kang Ami? Rupanya ada suatu firasat dalam benak sang moderator bahwa Madfal -Kophilosophia, atau apapun namanya- sedang menjelang ajal, atau setidaknya mempersiapkan diri tentang kenyataan bahwa ajal tengah mengintip dan bisa merenggut nyawa kapan saja. "Jika itu benar-benar terjadi," kata Kang Ami, "Tak perlu diratapi. Kita rayakan dengan semeriah mungkin. Salah satunya dengan cara pembukuan tulisan-tulisan."

Menjelang bubarnya forum, di jam 21.20, Mas Daus datang ke Garasi10. Ia yang bertanggungjawab untuk memberikan "pagar-pagar" bagi tulisan yang hendak dikumpulkan nantinya. Namun ketika obrolan yang seru tentang bagaimana merayakan kematian Madfal, Kang Ami berujar, "Ketika membicarakan kematian ini, saya malah bersemangat untuk menghidupkan kembali." Begitu katanya, dilanjutkan oleh Bakri yang katanya, "Tidakkah setiap detiknya kita mati dan sekaligus hidup kembali? Setidaknya dalam tataran mikro, yaitu sel-sel itu sendiri."

Mas Daus yang datang belakangan karena motornya bermasalah.


Previous
Next Post »