Diskusi Buku: Metodologi Penelitian Seni oleh Tjetjep Rohendi Rohidi


Jumat, 13 Juli 2012
Garasi 10, Jl. Rebana no. 10
Pk. 19.00 - 21.00
Gratis dan Terbuka untuk Umum

Buku ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan yang penulis anggap sangat mendesak yang dihadapi oleh para peneliti di bidang seni dan pendidikan seni. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa kebutuhan itu meliputi persoalan: Bagaimana kita dapat melakukan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik di bidang seni? Metodologi yang bagaimana yang dapat kita upayakan, yaitu metode yang praktis, dapat diterima, dan tidak menipu diri sendiri. Singkatnya, penelitian yang dapat dijalankan, dipahami, dan masuk akal?

Buku ini walaupun ditulis guna memenuhi kebutuhan para peneliti di bidang seni, akan tetapi juga membuka kemungkinan bagi para peneliti di bidang-bidang ilmu sosial, budaya, atau kemanusiaan lainnya untuk menggunakannya. Pemanfaatan dan penggunaan secara kritis, tentu saja akan bermanfaat tidak saja memperkaya metodologi penelitian seni, tetapi juga diharapkan dapat memperkaya dan menumbuhkan cara-cara baru yang lebih kreatif. 


Tentang Penulis 
Tjetjep Rohendi Rohidi (TRR) lahir di Bandung tahun 1948. Menempuh Sarjana Muda dan Sarjana Pendidikan Seni Rupa di IKIP Bandung (1971-1978), Magister Artium (1883-1985) dan Doktor di Bidang Antropologi Universitas Indonesia (1987-1992). Karya disertasi doktornya berjudul "Ekspresi Seni Orang Miskin: Adaptasi Simbolik terhadap Kemiskinan" merupakan hasil penelitian yang paling mengesankan untuk dibaca. Menjadi pengajar tetap di Universitas Negeri Semarang sejak tahun 1978. Menyandang gelar Guru Besar -dari universitas yang sama- tahun 1996. 

TRR telah menulis dan melaksanakan berbagai penelitian mengenai berbagai masalah sosial-budaya, dan secara khusus dalam bidang kesenian. Ia juga telah menulis artikel dan makalah untuk berbagai seminar, jurnal, dan media massa nasional dan internasional, serta menulis buku diantaranya "Lintas Peristiwa dan Tokoh Seni Rupa Modern" (1982), "Ornamen Ukir" (1985), "Kartografi" (1989), "Filsafat Ilmu" (1990), "Pendekatan Sistem Budaya dalam Pendidikan" (1993), terjemahan "Analisis Data Kualitatif" (1994) dan "Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan" (2000). Menjadi pengajar, pembimbing, dan/atau penguji Program Magister dan Doktor di berbagai perguruan tinggi antara lain UNNES, UNY, UNJ, UI, ITB, Unair, Unpad di Indonesia dan UPSI, UM, UKM, UiTM, dan UMS di Malaysia.

Di luar kegiatan akademik resminya, TRR aktif dan pernah terlibat dalam berbagai kegiatan antara lain menjadi konsultan kurikulum pendidikan seni di Depdikbud, pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Masyarakat Depkes, sebagai Ketua Himpunan Sarjana Pendidikan Seni (Hispeni), Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Tengah, Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) Bandung, Ketua Yayasan Bumi Katumbiri, Pengelola Diskusi Berkala "Forum Bukit Stonen", dan editor (mitra bestari) di beberapa jurnal nasional maupun internasional. 

Previous
Next Post »