Mari Membicarakan "Hidup, Mati, dan Karma" bersama Dada Liilananda

Kamis, 3 Mei 2012
Pk. 19.00 - 21.00
Garasi 10, Jl. Rebana no. 10
Gratis dan Terbuka untuk Umum

Pengantar

Berbeda dengan agama-agama Abrahamistik yang mengenal konsep eskatologi: Mati, penghakiman, surga, dan neraka, agama Indo-Eropa semisal Hindu dan Buddha mempunyai perbedaan. Mereka percaya bahwa kehidupan berjalan sirkular, ada suatu perputaran dan kelahiran kembali tanpa henti. Inilah yang disebut sebagai reinkarnasi. Buddha lebih jauh memandangnya sebagai derita dan dislokasi. Manusia harus melepaskan diri dari siklus reinkarnasi ini, dengan berbagai cara, salah satunya melepaskan diri dari kehendak yang terus menerus mengikatkan diri pada dunia.

Namun diantara konsep reinkarnasi itu terdapat yang namanya karma. Karma bisa diartikan sebagai sebuah "hukum sebab-akibat". Semacam konsep tentang bagaimana perbuatan manusia sekecil apapun akan diganjar entah segera atau di kemudian hari. Konsep karma sekilas terkandung juga dalam agama-agama Abrahamistik, atau juga dalam kepercayaan kebanyakan. Namun ada yang khas dalam karma yang sejati, bahwa yang demikian kerap ada hubungannya dengan siklus reinkarnasi tersebut. Karma akan menentukan apakah rangkaian perbuatan yang dilakukan seorang manusia hari ini, akan menjadikan ia tetap menjalani siklus kehidupan di kelahiran berikutnya? Atau justru lepas, mencapai moksha, menuju nirvana?

Akan menarik jika sama-sama kita mendengarkan pembahasannya nanti.

Profil Narasumber


Dada Liilananda adalah seorang rahib yoga yang berdedikasi di Ananda Marga - Tradisi Yoga Tantra sekaligus pengajar yoga dan meditasi. Ia dilahirkan di Italia dan mulai berlatihan yoga pada tahun 1977.

Menjadi seorang pengajar yoga pada tahun 1979 dan ia menyelesaikan pelatihan sebagai seorang rahib yoga di Ananda Marga sekaligus sebagai pengajar meditasinya di kota Kathmandu (Nepal) dan Varanasi (India) pada tahun 1982. Dia telah bekerja dalam kapasitasnya di organisasi yang berbeda-beda di Ananda Marga di banyak negara di Asia Tenggara, Afrika dan seluruh Amerika Selatan. Saat ini ia berada di Bandung dan sebagai Humas, Penerbitan, dan Sekertaris Hukum untuk Ananda Marga di Asia Tenggara, dan dengan tugas tambahan sebagai koordinator Ananda Marga untuk kegiatan di Indonesia. Karena beliau telah bertahun-tahun mempraktekan dan belajar, dada menjadi sangat bagus dan fasih dalam menjelaskan Filsafat yoga dan Psikologi yoga. Aspek yoga yang berkaitan dengan kesehatan dan dampak dari yoga dalam kehidupan individual dan sosial di masarakat, termasuk aspek sosial-ekonomi.



Klik di sini untuk membaca liputan kehadiran Dada Oktober lalu di Garasi 10.
Previous
Next Post »