Mencari Tempat Filsafat Melabuhkan Diri

Sebagai tulisan suplemen untuk pertemuan perdana Kelas Garasi: Cabang-Cabang Filsafat

Bambang Sugiharto pernah mengemukakan bagaimana makna kata 'seni' jika ditautkan di depan kata apapun seperti 'politik', 'ekonomi', 'memasak', 'bela diri', 'berbicara' dan lain sebagainya. Kata BS, sebelum disematkan kata 'seni', maka semua itu sebatas urusan teknis. Misalnya, bela diri sebatas urusan jurus, kuda-kuda, dan penempaan fisik. Tapi ketika menjadi 'seni bela diri', maka kita sekarang membicarakan tentang 'kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa dilakukan dalam bela diri, yang melampaui urusan teknis'. Dalam sepakbola kita tahu Lionel Messi misalnya, ia sudah tidak lagi mempraktekkan 'bermain bola', tapi lebih daripada itu, ia menjalankan apa yang disebut BS sebagai 'seni bermain bola'. Karena Messi tidak melihat sepakbola sebagai hal teknis sebagaimana tertulis dalam peraturan sepakbola itu sendiri (mencetak gol, memainkan bola dengan kaki, dsb). Messi mempraktekkan seni karena ia ingin sepakbola itu sendiri mengandung kemungkinan-kemungkinan yang sekiranya, syukur-syukur, bermuatan keindahan.

Demikian halnya dengan kata 'filsafat'. Sesungguhnya ia bisa ditelaah secara mandiri, bisa juga kita labuhkan ia ke depan kata-kata lainnya misalnya, 'filsafat ilmu'.  Apa gerangan 'filsafat ilmu'? Sama juga, artinya kita tidak lagi membicarakan tentang ilmu dalam teknis keseharian, tapi kita membicarakan hakikat ilmu. Kita masuk pada pertanyaan-pertanyaan yang substansial seperti: Apa itu ilmu? Bagaimana pengetahuan bisa menjadi suatu ilmu? Bilamana ilmu menjadi ilmu tentang alam dan ilmu tentang manusia? Dan seterusnya bisa kita sematkan juga kata filsafat pada kata-kata yang lebih konkrit misalnya 'warung', menjadi 'filsafat warung'. Kita kemudian masuk pada pembicaraan yang mendalam tentang: Apa itu warung? Mengapa dinamakan warung? Kenapa harus ada warung? Dan hal-hal lainnya yang sepertinya sepele, tapi sekali lagi kata BS, "Filsafat adalah denyut keingintahuan yang biasa terjadi pada anak kecil. Jadi alamiah saja. Justru kebanyakan orang dewasa menganggap pertanyaan-pertanyaan itu konyol karena keburu yakin dengan jawaban orang lain."

Mempertanyakan itu semua bisa jadi suatu kegiatan yang buang-buang waktu dan tenaga (itu pula yang sering dijadikan kritik banyak pihak terhadap filsafat). Namun kita juga sekaligus tahu bahwa bertanya tidak usah sama dengan mendapatkan jawabannya. Bertanya "Apakah tuhan itu ada?" tidak akan membawa kita pada suatu jawaban yang betul-betul memuaskan. Kemungkinan terbaiknya justru pertanyaan itu membawa kita pada pertanyaan lain, pertanyaan lain, dan seterusnya sampai kita merasa arif tentang keterbatasan nalar kita sendiri. Itulah mengapa filsafat menjadi cocok dengan asal katanya sendiri: cinta kebijaksanaan. 

Apa yang akan dibahas dalam Kelas Garasi kali ini judulnya memang 'Cabang-Cabang Filsafat'. Tapi sebetulnya ini tidak tepat benar disebut cabang. Karena apa yang mau dibahas sesungguhnya adalah 'dimana saja pelabuhan yang selalu menarik untuk disinggahi filsafat'. 

16 Februari 2012: Pengantar
Pengantar ini berkaitan tentang pembahasan filsafat itu sendiri. Setelah itu juga akan dibahas pemikiran beberapa filsuf yang sekiranya memiliki beragam 'proyek filsafat'. Proyek filsafat inilah yang menjadi cikal bakal seolah-olah filsafat mempunyai percabangan. Misalnya, Plato ia tidak cuma membahas metafisika, ia juga memasuki ranah etika, estetika, dan manusia. Demikian halnya dengan Hume, Kant, Marx, hingga Sartre.

23 Februari 2012: Logika
Logika bisa juga kita sebut sebagai 'filsafat tentang berpikir'. Akan dibahas hakikat berpikir, tahapan-tahapan berpikir, apakah itu berpikir yang lurus dan valid, apakah itu berpikir deduktif-induktif, atau juga mengenal beberapa contoh kerancuan berpikir.

1 Maret 2012: Etika
Etika bisa juga disebut dengan 'filsafat tentang moralitas' atau bisa juga 'sebuah kacamata kritis dalam memandang moralitas'. Ini tidak lepas dari fakta bahwa moralitas tumbuh-berkembang-beragam dalam hidup manusia, dan cukup perlu untuk dipertanyakan hakikatnya. Kita juga akan dihadapkan sebuah pertanyaan yang tidak pernah usang: Adakah moralitas yang universal? Etika pada dasarnya juga berkaitan dengan 'Apa yang seharusnya dilakukan manusia'. 

8 Maret 2012: Metafisika
Metafisika sering disebut sebagai wilayah filsafat yang paling inti, paling hard-core karena berkaitan dengan 'filsafat tentang ada'. Pembicaraan akan kompleks karena membahas tentang apa itu ada dan tidak ada, mungkinkah kita menegasi yang tidak ada, bagaimana segala sesuatu bisa menjadi ada jika sebelumnya tidak ada. 

15 Maret 2012: Estetika
Estetika disebut juga 'filsafat tentang keindahan'. Pertanyaan yang diajukan biasanya seputar: Apa itu keindahan? Apakah keindahan itu terkandung dalam benda itu sendiri, atau pada pikiran manusia saja? Apakah yang indah itu harus mengandung kenikmatan bagi yang mengapresiasi, atau justru yang indah itu ternyata yang membuat getir seperti Rudolf Schwarzkogler yang memotong kemaluannya sendiri atas nama seni?

22 Maret 2012: Filsafat Agama
Filsafat agama, sesuai dengan namanya, tentu saja akan membahas hakikat dari agama. Pertanyaannya seputar: Apa itu agama? Mengapa harus ada agama? Bagaimana menjelaskan fakta bahwa agama itu demikian beragam? Bagaimana menjelaskan kenyataan bahwa agama punya sisi narsis dan eskapis, yang justru malah digemari, terbukti dengan pengikutnya yang terus bertambah!

29 Maret 2012: Filsafat Manusia
Manusia tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Setiap jaman punya cara untuk memaknai manusia. Abad Pertengahan misalnya menyebut manusia sebagai imago dei, sedangkan Renaisans menjadikan manusia justru sebagai pusat pemikiran, seolah kembali ke jaman Yunani ketika Protagoras bersabda, "Manusia adalah ukuran bagi segala sesuatu". Tapi di jaman yang disebut posmodern ini, manusia dimaknai kembali sebagai bentukan kekuasaan. Mana yang benar?


7 April 2012: Penutup
Penutup ini akan mencoba merangkum keseluruhan pertemuan dari satu sampai tujuh. Sekaligus juga 'memaksa' peserta untuk merampungkan tulisan yang sekiranya bisa menjadi output keseluruhan materi yang sudah didapat. 

Sampai jumpa dan selamat mencari-cari pelabuhan mana yang asyik bagi filsafat untuk mengikatkan perahunya! 


Keterangan:
1. Info lengkap keikutsertaan Kelas Garasi: Cabang-Cabang filsafat bisa dilihat di sini.
2. Kelas Garasi filsafat ini bukan yang pertama, liputan lengkap edisi pertama bisa dilihat di sini.

Previous
Next Post »