Liputan Kelas Garasi: Komposisi Musik Dasar #1

Ada pertanyaan yang selama ini terus menggelitik, bagaimana seorang komposer mendapatkan bunyi-bunyian, menggunakan bunyi bunyian itu dalam komposisi yang ia buat, apakah bunyi-bunyian itu imitasi dari yang pernah ia dengar di kehidupan sehari-hari, atau bunyi-bunyian yang hanya ada dalam imajinasi komposer, tiba-tiba hadir di kepala komposer. Setelah mendapatkan bunyi-bunyi tersebut, bagaimana ia merangkai, menggabungkan satu nada dengan nada lain, memakai alat musik konvensional atau membuat alat musik baru yang sesuai dengan ide awal penemuan bunyi tersebut.

Garasi 10, Jl Rebana No 10, setiap Kamis malam pukul 19.00 sampai dengan 21.00 mengadakan kelas komposisi musik dibawah bimbingan Diecky Kurniawan Indrapraja. Kelas ini terbuka untuk umum. Pertemuan pertama tanggal 16 Pebruari dihadiri tiga peserta  (sebenarnya ada satu lagi peserta yang malam itu tidak hadir). Diecky memaparkan silabus yang akan disampaikan tiap pertemuan, disertai dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh tiap peserta. 


Diecky K. Indrapraja

Setiap peserta mengajukan pertanyaan pertanyaan menarik, misalnya saat Arief Rosmadi bertanya “Apakah peserta harus mempunyai pengetahuan awal tentang alat-alat musik, atau datang dengan kosong, baru kemudian mempejari tentang alat-alat musik yang akan dipakai?”. Sebastian A. Nugroho yang bertanya tentang sumber bunyi-bunyi yang ditangkap oleh seseorang, imitasi atau bersifat intuitif? Atau pertanyaan tentang teknik-teknik permainan alat musik yang dihubungkan dengan kesan yang ditimbulkan oleh bunyi yang dihasilkan oleh suatu alat musik, pertanyaan ini diajukan oleh Fiola C. Rondonuwu. Hal yang sangat menarik dari pertemuan malam itu adalah pemaparan dan pengalaman Diecky sebagai komposer, ide awal sebelum komposisi di buat, penuangan ide tersebut, pemilihan instrumen yang akan dipakai, dengan karakteristik bunyi yang dihasilkan oleh alat tersebut dan pertanggungjawaban karya tersebut, baik dalam sebuah festival atau saat diundang oleh sebuah lembaga untuk mempresentasikan karya itu, beserta cerita dibalik pementasan karya tersebut. 

Diecky mengharapkan hasil akhirnya adalah peserta mampu membuat sebuah komposisi musik yang ‘benar’ dan bisa mempertanggjungjawabkan karya tersebut. 

Sutrisna
Previous
Next Post »