Ulang Tahun Keenam KlabKlassik di Garasi 10

Minggu, 18 Desember 2011

A humble exhibition of events posters, stories, and documentation of KlabKlassik Bandung was held in Garasi 10. The exhibition marked the 6th year of this Bandung classical music community and there were a little party thrown along mini performance by Bilawa Ade Respati, Syarif Maulana, and Adrian Benn performing Garcia Lorca, Bach, Tarrega, and Lauro. Good friends and music makes good memories.

Merujuk pada acara Clasicares yang berlangsung pada 9 Desember 2005, tanggal itulah yang ditetapkan sebagai hari ulangtahun KlabKlassik. Meski tidak selalu diselenggarakan tepat hari H, namun bulan Desember biasanya ada saja acara kumpul-kumpul yang diadakan dalam rangka syukuran dan silaturahmi.

Ulangtahun keenam ini terasa agak spesial oleh sebab dipersiapkannya sebuah pameran kecil-kecilan. Apa yang dipamerkan adalah perjalanan singkat KlabKlassik, mulai dari awal berdiri, acara-acara yang pernah diselenggarakan, hingga kegiatan klab sekarang dan harapan klab ke depan. Pameran yang diadakan di Garasi 10 itu juga sekaligus menjadi latar acara paling utama: Makan-makan.




Untuk acara yang satu ini, makan-makan diisi dengan tumpeng nasi uduk, kue buatan Mba Kenti Tobucil, sirup ABC, dan kue ulangtahun dengan lilin bertuliskan angka enam. Oleh sebab awak Klab yang sebagian sudah cukup umur, tak lupa juga dituangkan bir botol dari Thailand di akhir acara. Acara langsung dibuka dengan pembacaan doa dan potong tumpeng. Setelah itu, sambil makan kami nonton bareng film dokumenter The Stomp. 


Setelah puas nonton, acara berikutnya adalah pemotongan kue ulangtahun yang dilanjutkan dengan performance. Bilawa, Beben, dan saya mengawali performance dengan memainkan lagu-lagu Spanyol dari Garcia Lorca. Setelah itu Royke dan saya lanjut berduet gitar memainkan Carawitta and Fugue. Acara menjadi sedikit mengharukan ketika saya mencoba menerangkan detail pameran perjalanan Klab mulai dari awal hingga akhir. Petikan gitar Bilawa-lah yang menjadikan suasana agak sendu, plus pembacaan puisi oleh Beben di tengahnya. Setelah itu semua kami berangsur-angsur pulang dan seperti biasa, ada bincang kecil-kecilan hingga larut malam.

Oleh Syarif Maulana
Foto dan tulisan diambil dari blog KlabKlassik (klabklassik.blogspot.com)
Previous
Next Post »