Liputan Kelas Garasi Filsafat Ilmu #5

Kamis, 11 Desember 2011

The class focused on paradigm theory by Thomas Kuhn. Constructivism paradigm and critical theory was also discussed in a package. The participants was also encouraged to start an essay on the topic of their interest. Rudi started on his topic "The Concept of  Self Based on the Movie Rango" while Rahar choose "Necrophilia". 

Kelas filsafat ilmu memasuki pertemuanya yang kelima. Pertemuan kelima ini bicara tentang paradigma yang dicetuskan Thomas Kuhn. Sesuai yang dijanjikan, setelah membahas Thomas Kuhn, akan dibahas juga paradigma konstruktivisme dan critical theory

Kelas filsafat ilmu ini, saya janjikan untuk lebih cepat menghabiskan materi agar bisa segera "memaksakan" perampungan tulisan bagi peserta kelas. Secara menggembirakan, Rudi telah menuliskan topik beserta latar belakangnya. Rudi sedang sangat terinspirasi dua hal, yang pertama film Rango, yang kedua novel Siddhartha. Ia kemudian ingin membahas konsep diri yang terinspirasi dari dua karya tersebut. Saya menyarankan, untuk menjaga kedalaman, memilih satu saja diantara keduanya. Akhirnya diputuskan untuk mencoba tema, "Konsep manusia/diri menurut film Rango".

Setelah "bimbingan" singkat tersebut, tema paradigma, konstruktivisme, dan critical theory dibagikan secara membabi buta. Paradigma misalnya, adalah sistem keyakinan. Kata Kuhn, "Positivisme yang meyakini kebenaran tunggal itu keliru. Yang dimaksud dengan kebenaran tunggal adalah "kebenaran versinya sendiri", versi yang dianut oleh komunitasnya. "Maka itu sebetulnya, jika orang beragama dan orang sains berjumpa untuk membicarakan keberadaan nabi Adam, maka bisa sia-sia karena keduanya berbeda paradigma. Ada cara mendekati kebenaran yang berbeda," saya mencoba berbagi. Konstruktivisme kemudian mencoba melihat kebenaran dengan cara yang lain. Bahwa kebenaran itu subjektif, jadi tugas manusia justru memaknai dan bukan malah memaksakan objektivitas. Sedangkan critical theory berbicara yang lain, bahwa kebenaran itu perlu dicurigai dan jangan-jangan merupakan klaim kekuasaan, tugas kita adalah mengritisinya, menyangsikan fenomena sebagai konstruksi kekuasaan. 

Kelas berakhir dengan diskusi singkat tentang apa yang mau ditulis untuk karya akhir. Cerita menarik datang dari Rahar yang ingin membahas necrophilia, semacam "penyakit" yang hinggap pada seseorang yang menjadikan ia terobsesi pada orang mati. Bahasan ini melebar, menjadi membahas ... hantu!

Syarif Maulana
Previous
Next Post »