Liputan Kelas Garasi Filsafat Ilmu #3

Kamis, 17 November 2011



“What is the main characteristic of the modern era?” asked me. Without waiting further I answered, “A method that believed to be scientific.” The class was filled with silence. “Then what is ‘scientific’?” Without waiting further I answered, ”Francis Bacon called it as open for possibilities on observation and experiment.”



"Apa yang menjadi ciri utama era modern?" tanya saya. Tanpa menunggu jawaban karena hening yang terlalu lama, saya pun menjawab, "Adanya suatu metode yang diyakini sebagai ilmiah." Lalu apakah ilmiah itu? "Francis Bacon menyebutnya sebagai kemungkinan terhadap observasi dan eksperimentasi," jawab saya sendiri lagi.


Thales dari Miletos pernah mengungkapkan bahwa alam semesta ini terbuat dari air. Bagi Bacon, pernyataan itu masih sekedar hipotesis. Thales mengatakan sesuatu yang belum dieksperimentasi, meski Bacon yakin apa yang dia ucapkan juga tidak lepas dari pengamatannya. Wejangan Bacon yang paling berpengaruh adalah empat idolanya, yaitu idola tribusidola specusidola fori, dan idola theatri (keterangan lengkap lihat makalah di sini). Pemikiran Bacon yang hadir di jaman Renaisans sekitar abad ke-16 itu, mengawali lahirnya metode positivisme yang amat terkenal melahirkan ilmuwan besar seperti Galileo Galilei dan Isaac Newton.



Setelah tuntas membahas Bacon dan August Comte yang notabene adalah punggawa positivisme, Kelas Garasi memberikan suatu tugas bagi para peserta yang diharapkan bisa menjadi suatu output. Peserta diharapkan mencari topik yang berasal dari apa yang paling menarik bagi dirinya untuk diteliti. Ini adalah suatu bentuk penelitian sederhana. Meski sederhana, namun metodenya harus tepat guna. Diharapkan Kelas Garasi Filsafat Ilmu ini tidak hanya menghasilkan pemikiran yang mengangkasa seperti para filsuf alam pra-Sokrates atau kebanyakan filsuf Abad Pertengahan, namun menghasilkan pisau bedah sejati untuk mengupas persoalan realitas. 



Pertemuan demi pertemuan ke depan, penelitian harus terus dilakukan. Ikuti terus!

Syarif Maulana
Previous
Next Post »