Liputan Kelas Garasi: Aransemen untuk Gitar Tunggal #2

Rabu, 14 Desember 2011

The class started a bit late due the heavy rain that hits Bandung all night long. In the middle of cold weather, the participants was given an introduction to melody and harmony of music, where topic such as motifs, sequence, chord, and cadence was discussed. The first task for the final project was also given.

Hujan deras mendera Bandung di maghrib itu. Beberapa kawasan mengalami banjir parah padahal hujan itu sendiri tidaklah terlalu lama. Bisa dimaklumi jika kelas aransemen untuk gitar tunggal asuhan Bilawa Respati mulai agak telat dari biasanya. Pukul setengah delapan barulah orang-orang berdatangan, itu pun beberapa diantaranya absen. Absen oleh sebab alasan yang tidak kami harus ketahui lagi karena hujan lebat sudah bisa membuat banyak kegiatan menjadi terhambat.

Meski demikian, ketika kelas dimulai, Bilawa sanggup menghangatkan malam yang dingin tersebut. Lewat materi "Introduksi Melodi dan Harmoni", dua jam berikutnya sang tutor membagikan ilmunya secara padat. Kata Pak Ato, "Wah gila malem ini padet banget, materinya bikin otak mengkerut." Bilawa pun mengakui, bahwa pertemuan kedua ini sangatlah penting maka itu dibutuhkan konsentrasi yang lebih. Alasannya, disinilah dasar-dasar aransemen yang paling fundamental diajarkan, mulai dari tangga nada, sequence, motif, harmoni, triad, hingga cadence. Seperti biasa, Bilawa kerap memberikan contoh-contoh melalui gitarnya.

Untuk pertama kalinya, Bilawa memberikan PR bagi para peserta. PR ini bisa dibilang susah-susah gampang: para peserta harus mencari antara lagu nasional dan lagu daerah untuk dianalisis akor, harmoni, serta melodinya. Mengapa lagu nasional atau lagu daerah? Kata Bilawa, "Karena gampang ditemukan, bisa browsing atau tersedia di toko buku." Kata sang tutor, ini awal yang bagus untuk proyek nantinya yaitu menyusun sebuah karya sebagai tugas akhir alias output kelas aransemen gitar ini. Ikuti terus perjalanannya!

Syarif Maulana
Previous
Next Post »