Kelas Garasi: Aransemen Gitar

Gambar diambil dari sini
Pengantar 
Dalam satu perbincangan dengan seorang teman komponis pada satu pagelaran musik orkes timbul satu dialog yang menarik bagi saya. Dimulai dengan mengagumi betapa bagus aransemen untuk orkes pada malam hari itu (yang arranger-nya kebetulan adalah muridnya), obrolan berlanjut hinga membahas keberadaan gitar yang digunakan dalam orkes tersebut. Memang terdapat ansambel gitar yang memberi warna pada beberapa aransemen orkes, namun perannya tidak terlalu dominan. 

Teman saya kemudian mengutip pernyataan Beethoven, dilanjutkan dengan pendapatnya yang membuat kami sama-sama tertawa, “Guitar is a small orchestra, indeed. Menulis untuk sebuah orkes butuh waktu dan pertimbangan. Cukup menantang. Bagi saya juga sama: menulis untuk gitar juga lama, penuh pertimbangan, dan sudah begitu ternyata belum tentu playable juga untuk gitaris. Sebagian besar komponis gitar adalah seorang gitaris juga.” 

Bermula dari obrolan tersebut, kelas ini merupakan usaha untuk membangun “jembatan” dalam membantu memahami gitar – kelebihan sekaligus keterbatasannya – terutama dalam membuat aransemen musik untuk gitar. Pendekatannya lebih banyak dari sudut pandang praktis seorang performer, dari pengalaman menganalisis dan memainkan berbagai repertoar untuk gitar. 

Bilawa A. Respati
  

Target Peserta dan Tujuan Kelas 

Teman-teman arranger/komponis non-gitaris, musisi secara luas, dan gitaris yang tertarik untuk mengenal aransemen gitar. Tidak hanya terbatas untuk musik klasik tetapi terbuka untuk siapapun yang tertarik dengan aransemen musik untuk gitar. Materi akan difokuskan, terutama, untuk membuat aransemen gitar tungal. 

Dalam setiap pertemuan akan ada tugas-tugas yang didesain untuk membantu peserta memahami materi yang diberikan, sekaligus menerapkan langsung materi tersebut dalam sebuah karya. Di akhir program, peserta akan diberikan proyek final untuk membuat satu aransemen sekaligus bekerja sama dengan musisinya untuk mementaskan karya yang telah dibuat. Seluruh tugas selama kelas berlangsung dan karya proyek final tersebut akan dikumpulkan dalam satu kumpulan karya yang didokumentasikan dan dipublikasikan. 


Pertemuan 1: Mengenal Gitar, Kemungkinan-kemungkinan dan Keterbatasan

Pada pertemuan ini akan dibahas mengenai range gitar, bagaimana penulisan musik untuk gitar, serta teknik-teknik dasar yang digunakan dalam bermain gitar. Hal-hal yang berkaitan dengan ergonomi pemain saat bermain juga akan diperkenalkan di sini. Kita akan mengenal kemungkinan-kemungkinan pada gitar serta keterbatasan yang mengikutinya. 


Pertemuan 2: Melodi dan Harmoni 

Teknik yang akan kita pelajari bersama adalah aransemen gitar dengan teknik chord & melody playing, dimana pemain akan memainkan melodi sekaligus chord yang mengiringinya. Mengenali bagaimana chord gitar dibangun serta tangga nada yang bersesuaian menjadi dasar aransemen gitar. Kemudian lebih lanjut adalah mengenali chord tone serta olahan chord yang lebih kompleks untuk member kesan estetik tertentu. 

Pertemuan 3: Harmonisasi Non-chord Tone 
Lebih jauh tentang harmonisasi melodi. Kita akan melihat bagaimana nada-nada yang tidak termasuk pada suatu chord yang digunakan (non-chord tone) dapat diolah. Penggunaan yang akan dibahas adalah dengan diads, add chord, passing chord, voice leading, diminished chord, dan quartal harmony. 


Pertemuan 4: Lebih Jauh Tentang Progresi Chord 

Penguasaan chord serta progresinya akan membantu kita dalam membuat aransemen yang menarik. Di pertemuan ini akan dibahas beberapa pendekatan yang bisa digunakan berdasarkan pemahaman akan cadence serta subsitusi akor. 


Pertemuan 5: Bass Line & Voicing

Bass selain menunjang suatu chord juga dapat dibuat menarik sebagai satu jalur suara tersendiri. Pada bagian ini akan dibahas mengenai kiat penggunaan jalur bass ini untuk menciptakan kesan tersendiri dalam eksplorasi suara. Memfasilitasi pergerakan bass dan melodi kemudian menimbulkan eksplorasi voicing chord. 


Pertemuan 6: Tekstur Musik dan Transkripsi 

Setelah mengenal teknis musik dari gitar, kita akan masuk ke pembahasan mengenai tekstur musik. Mengenali tekstur serta elemen-elemenya akan sangat membantu dalam membuat satu aransemen gitar. Lewat mengenali unsur-unsur ini, transkripsi musik juga dapat dilakukan yaitu mengadaptasi satu versi gubahan ke gubahan lain, dalam hal ini diadaptasi untuk gitar. 


Pertemuan 7: Aransemen Dasar 

Pertemuan ini akan mencoba menghubungkan semua materi-materi pertemuan sebelumnya. Di sini akan dibahas mengenai akompanimen, bagian-bagian suatu aransemen (introduksi, transisi, dan coda), dan bagaimana membuat suatu perencanaan form musik. 


Pertemuan 8: Referensi Lanjutan 

Pada bagian terakhir dari kelas ini akan dibahas beberapa teknik gitar lanjutan seperti penggunaan efek perkusi, pattern appergio, harmonic, dan lain sebagainya yang dapat digunakan sebagai materi dalam aransemen. Selain itu akan dibahas juga beberapa karya gitar yang dapat dijadikan referensi dalam pengolahan materi musik (Etude Sor, Giulliani, transkripsi Yamashita, Dyens, karya Stepan Rak, Koshkin, dll.). 


Keterangan:

  1. Kelas dibatasi untuk 10 (sepuluh) orang peserta. 
  2. Kelas diselenggarakan setiap hari Rabu mulai 7 Desember 2011 pukul 19.00 sampai pukul 20.30 di Garasi 10, Jl. Rebana no. 10, Bandung. 
  3. Biaya Rp. 150.000 untuk 8 (delapan) pertemuan akan dikembalikan pada peserta dalam bentuk konsumsi, hand-out, music sheet, sertifikat, dan operasional kelas itu sendiri. Pembayaran dapat melalui rekening BCA no. rekening 777 031 8941 a/n Bilawa Ade Respati
  4. Peserta mempersiapkan (atau telah paham) dasar-dasar teori musik (chord dasar, tangga nada mayor-minor), baca-tulis not balok, dan penggunaan software musik (Sibelius, Finale, atau MuseScore). 
  5. Pendaftaran dan informasi dapat menghubungi Syarif (0817-212-404) atau dengan mengisi form berikut ini
Profil Pengajar 
Bilawa Ade Respati lahir di Balikpapan, 24 Mei 1987. Lulus S1 dari Teknik Fisika ITB tahun 2011, kegiatannya setelah lulus yaitu sebagai program manager di Garasi 10 dan mengajar gitar. Perkenalannya dengan musik adalah mempelajari Gamelan Jawa dan Musik Karawitan lewat ayahnya, Bambang Sadarta, lalu pada Ki Sigit Totocarito di Kelompok Nayaga Junior Total Indonesie Balikpapan. Mempelajari gitar klasik pertama pada Benjamin Limanauw lalu melanjutkan pada Ridwan B. Tjiptahardja. Selain itu juga belajar teori musik dan komposisi musik pada Fauzie Wiriadisastra. 

Master class dan seminar yang pernah diikuti diantaranya dengan gitaris Iwan Tanzil, Miguel Trapaga, Teresa Folgueira, dan seminar komposisi dalam rangkaian Young Composers in Southeast Asia 2011. Prestasi yang pernah diraih diantaranya yaitu juara 2 Yamaha Student Contest 2007 dan juara 1 CDE Classic Guitar Open Competition 2011. Beberapa kali mengadakan resital yaitu Resital Tiga Gitar Plus Satu (kuartet bersama Syarif Maulana, Widjaja Martokusumo, dan Royke Ng) tahun 2009, Romantic Music at Kerkhoven (duet dengan Widjaja Martokusumo) tahun 2009, dan Resital Tiga Gitar (trio dengan Syarif Maulana dan Widjaja Martokusumo) tahun 2007. Bilawa berpartisipasi sebagai performer dalam event musik di Bandung serta di komunitas KlabKlassik Bandung. 









Previous
Next Post »