Garasi 10 : Keroncong (Bergaransi) Bersama JJOK - Jempol Jenthik Orkes Keroncong



Garasi 10 was visited by our favorite Keroncong Orchestra: Jempol Jenthik, led by Adi Bangun Wiratmo. Last Saturday night was a really musical night, filled with discussion between the audience and the artist. Although it was raining a little bit, the Garasi is still "flooded" by enthusiastic audience. Here is a report of the concert, by Mas Partho of Lita FM Bandung who's an announcer of a Keroncong Music program in Lita.


Namanya saja “Garasi”, tentu untuk menyimpan mobil. Namun, lebih dari sekadar itu, Garasi 10 yang ada di jalan Rebana No. 10 Turangga Bandung ini, memiliki nilai lebih dari yang anda duga. Bila tak percaya sila baca dari lamanya di http://garasi10.blogspot.com/p/tentang-garasi-10.html

“Garasi 10 berusaha untuk menggali kepekaan terhadap pemaknaan ruang ke potensinya yang lebih luas. Garasi yang malam hari merupakan tempat menyimpan mobil, secara sadar diperluas fungsinya sebagai galeri, tempat diskusi, kelas-kelas non formal, ruang pertunjukan musik, dan potensi-potensi lain yang menanti untuk diterapkan”.

Terbukti, untuk kali kedua garasi mungil itu pada Sabtu malam 19/11/11 untuk kali kedua dipadati oleh pengunjung pada penampilan Jempol Jenthik Orkes Keroncong (JJOK) pimpinan Adi BW. Bila selama ini kita saksikan pertunjukan musik di gedung gedung besar, dengan kapasitas penonton yang banyak, jangan harap di garasi itu akan terjadi. Tapi tidak berarti, keasyikan dan kekusyuk-an penikmatnya dalam memaknai pertunjukan musik, bisa dikalahkan oleh konser musik akbar sekalipun.



Musik mengalun dinamis, sesekali gesekan biola dan liukan suara alat musik sebul bernama flute, bermain syahdu mengimbangi suasana malam yang hangat meski di luar gerimis tiada hentinya. Crang crung crang crung yang sesekali nakal, diringgkahi lincahnya cello yang di keplak-i, dan dang dung dang dung si gemuk bass yang menjadi penenangnya, ditambah liak liuknya bunyi gitar, semakin membuat gayeng suasana pertunjukan musik tanpa pengeras suara elektronik ini.



Meski tak ada sama sekali bulan purnama, toh nyatanya Langgam Di Bawah Sinar Bulan Purnama, dimainkan apik sebagai instrumen pemanasan sebelum Manuk Dadali yang dinobatkan sebagai musik pembuka. Berlanjut pada penampilan para artis JJOK mulai Lala, Diena, Irsha, hingga Widarto dan para ‘penyumbang’ lagu lainnya, ambil bagian dalam perhelatan sederhana pada malam itu. Berasa tak di garasi lagi.


Tak hanya memainkan musik, Adi Bangun Wiratmo sang Lurah Keroncong Cyber si pentholan JJOK mewakili rekan rekannya, kewalahan menjawab pertanyaan bertubi tubi yang diserangkan kepadanya oleh para penonton. Terjadi dialog dalam kata tak hanya musik dan lagu yang menjadi sajian utamanya. Barangkali bentuk ini di Bandung, ya baru kali ini saya catat. Semuanya silih berganti ditanyakan dan tak hanya ABW saja yang menyampaikan jawabannya. Tepatnya, saling berbagi wawasan dan pengetahuan mengenai keroncong.



Aksi nyata Garasi 10, seakan menjadi sebuah jawaban pasti, bahwa keroncong tak haram dimainkan dimanapun, termasuk di garasi. Tak diharamkan mengundang komunitas lain (selain keroncong) untuk diundang hadir menyaksikan dan menikmati musik crang crung crang crung ini. Tak diharamkan bila berkeroncong tanpa sound system. Nyatanya, pertnjukan Sabtu malam itu memang bergaransi "kepuasan" tersendiri bagi penikmatnya. Semuanya serba mungkin, tinggal maukah para pegiat keroncong melakukannya, demi pengembangan keroncong untuk peradaban manusia yang beradab? Bagian akhir ini tentu hanya komentar saya. Hanya saya yang repot, mau ngrekan audionya saja jadi kelabakan!!! 

Duooor!!! Hahahahahaha….. 
[partho|bw]

Mas Partho adalah penyiar radio Lita FM Bandung, membawakan siaran radio musik keroncong setiap jumat malam pukul 20.00-23.00 WIB di Lita FM. Tulisan, gambar, dan video merupakan dokumentasi Mas Partho (Bentang Waktu). 
Previous
Next Post »