Pengajian Filsafat Garasi 10: Four Paradigmatic Individuals

Bulan Ramadhan tidak menyurutkan Garasi 10 untuk mengadakan pengajian filsafat seperti sebelum-sebelumnya. Perbedaannya, jika pengajian filsafat pra-Ramadhan cenderung tertutup dan dibuka untuk kalangan sendiri, bulan Ramadhan ini pengajian filsafat akan dibuka untuk umum. Silakan hadir sesuka hati ke garasi kami.

Karl Jaspers pernah mengungkapkan adanya four paradigmatic individuals, yakni mereka yang menciptakan dan mendemonstrasikan cara hidup yang kemudian dijalankan oleh para pengikutnya yang tak terhitung jumlahnya. Filsafat bagi mereka tidak cuma buah pikir, tapi keseluruhan praktik kehidupan itu sendiri. Tidak ada bukti konkrit akan kehadiran keempat individu agung ini. Tidak ada karya yang mereka tulis, tidak ada batu nisan tempat mereka dikuburkan. Yang ada hanya tulisan dari orang-orang di sekitarnya yang begitu kagum pada gerak-gerik keempatnya. Kata Sanderson Beck, "Sulit membayangkan bagaimana peradaban manusia dibangun tanpa andil mereka." Bisa saja karena tiada bukti konkrit, keempat tokoh ini cuma mitos. Tapi apa pentingnya membuktikan kebenaran konkrit, jika semuanya hidup dalam benak kita?

Kamis, 4 Agustus 2011
Socrates
Keberadaan Socrates dapat kita ketahui lewat tulisan-tulisan Plato. Tidak ada bukti konkrit keberadaannya. Dari Plato kita tahu bahwa Socrates adalah seorang yang agung. Berjalan di alun-alun untuk melakukan dialog dengan orang-orang. Ia mengaku diri bukan sebagai pembagi pengetahuan, tapi seorang bidan yang membantu orang untuk melahirkan pengetahuan. Karena sesungguhnya, "Pengetahuan sejati datang dari dalam," demikian kata Socrates. Meski demikian, rasa cintanya terhadap kebenaran tak mendapat respon positif dari penguasa. Ia dihukum mati dengan minum racun cemara. Baginya, "Lebih baik mati daripada berkata bukan yang benar."

Kamis, 11 Agustus 2011
Konfusius
Ketika Thales di Yunani sana sibuk merumuskan alam semesta ini terbuat dari apa, Konfusius tidak lagi meributkan itu. Ia langsung berbicara tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap dengan sesama. Ketika ditanya hal-hal yang ontologi, ia pun menanggapi dengan dingin, "Kamu tidak akan paham kematian sebelum paham kehidupan." Konfusius hadir ketika Cina tengah dilanda kekacauan parah di segala bidang. Dengan tenang, ia mengajarkan pada kaum muda bagaimana menjaga jalan tengah lewat pembetulan nama-nama. Bahwa sesungguhnya negara kacau oleh akibat menteri tidak lagi menjadi menteri, ayah tidak lagi menjadi ayah, raja tidak lagi menjadi raja. Bahasanya sangat simbolik dan kadang-kadang sukar dipahami, tapi sulit membayangkan apa jadinya Cina tanpa landasan ajaran Konfusius.

Kamis, 18 Agustus 2011
Yesus
Yesus dari Nazareth, terlepas dari persepsi Kristen tentang keilahiannya, adalah seorang tokoh agung. Ia lahir di tengah kekuasaan yang amat mapan. Dengan berani ia berkata bahwa dirinya seorang raja, seorang penyelamat umat manusia. Penolakan, penghinaan dan penyiksaan tidak menyurutkan semangatnya dalam menyampaikan pesan yang ia anggap suci. Ajarannya melekat dan menciptakan pengikut amat banyak. Eropa, bisa dibilang, tumbuh berkembang sebagian besar dipengaruhi oleh Kekristenan. Meskipun doktrin agamanya baru dirumuskan belakangan, Yesus sebagai pribadi tetaplah asketik sejati. Yakni ia yang mau bersakit-sakit demi hal yang selalu sulit dimengerti oleh nalar: iman.

Kamis, 25 Agustus 2011
Buddha
Buddha, sering diartikan sebagai "Orang yang bangun ketika yang lain tengah tidur". Arti dari namanya ini menggambarkan persis apa yang ia lakukan sepanjang hidupnya. Berasal dari keluarga kerajaan yang kaya raya, hatinya gelisah dan minta keluar untuk berjalan-jalan. Di jalan ia temukan banyak penglihatan yang "mengganggunya", membuat ia ingin hidup tanpa wisma dan menemukan kebenaran di luar sana. Buddha, di samping ajarannya, juga mengajarkan seperangkat latihan untuk mencapai pencerahan itu sendiri. Perangkat latihan ini seringkali luput dari kajian para filsuf. Buddha sudah lama tahu, bahwa eksistensi pada dasarnya adalah penderitaan, maka taklukan tubuhmu, disanalah terkandung kehendak-kehendak yang harus diredam.

Garasi 10 adalah ruang alternatif berupa garasi rumah yang terletak di Jl. Rebana no. 10. Sejauh ini sudah diadakan beberapa acara seperti pameran, pagelaran musik, kelas teori musik, hingga kelas filsafat. Pengajian filsafat Garasi 10 tadinya diadakan sekedar iseng untuk mengisi waktu luang. Tapi respon yang cukup positif membuat pengajian ini akan dibuka untuk umum, setidaknya untuk Ramadhan ini. Diselenggarakan setiap Kamis jam 19.00 - 21.00. Gratis.



Pengajar : Syarif Maulana (Dosen Logika di Universitas Padjajaran, Mentor Kelas Filsafat untuk Pemula di Tobucil, aktivis komunitas musik klasik KlabKlassik)
Previous
Next Post »